Jumat, 27 September 2013

PENENTUAN PENURUNAN TITIK BEKU LARUTAN

Tujuan :Mengamati adanya penurunan titik beku karena adanya zat pelarut.

Teori Dasar :
Titik beku adalah suhu pada P tertentu di mana terjadi perubahan wujud zat cair ke padat. Pada tekanan 1 atm, air membeku pada suhu 0 °C karena pada suhu itu tekanan uap air sama dengan tekanan uap es. Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan disebut penurunan titik beku (Δ Tf = freezing point depression). Pada percobaan ini ditunjukkan bahwa penurunan titik beku tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya pada konsentrasi partikel dalam larutan. Oleh karena itu, penurunan titik beku tergolong sifat koligatif.

Alat :
-Gelas Kimia
-Tabung Reaksi
- Pengaduk
-Termometer
-Neraca

Bahan:
-Es Batu
-Garam Kasar
-Aquades
-Urea 1M dan 2M
-NaCl 1M dan 2M

Cara Kerja :
a. Isi gelas kimia dengan es batu kemudian tambahkan garam kasar.
b. Masukkan aquades ke dalam tabung reaksi kira-kira 20ml.
c. Masukkan tabung reaksi yang terisi aquades ke dalam gelas kimia yang berisi es.
d. Dinginkan tabung reaksi ke dalam gelas kimia dan catat suhunya tiap 30 detik sampai suhu tetap !
e. Ulangi langkah b-d dengan mengganti aquades dengan larutan urea 1M,2M dan larutan NaCl 1M,2M .

Data hasil pengamatan :   ΔTf = Tfpel - Tflart
1. Larutan Aquades tidak berkonsentrasi Tfnya 0 (°C) ΔTfnya 0 (°C)
2. Larutan Urea konsentrasi 1M Tfnya -8 (°C) ΔTfnya 8 (°C)
3. Larutan Urea konsentrasi 2M Tfnya -9 (°C) ΔTfnya 9 (°C)
4. Larutan NaCl konsentrasi 1M Tfnya -7 (°C) ΔTfnya 7 (°C)
5. Larutan NaCl konstrasi 2M Tfnya -7 (°C) ΔTfnya 7 (°C)

Analisa Data :
1. Hitung Kf percobaan :
    Aquades : ΔTf = m . Kf
                        0 = 0 . Kf
                      Kf = 0

   Urea 1M : ΔTf = m . Kf
                       8  = 1 . Kf
                     Kf = 8

   Urea 2M : ΔTf = m . Kf
                        9 = 2 . Kf
                     Kf = 4,5

   NaCl 1M : ΔTf = m . Kf
                         7 = 1 . Kf
                      Kf = 7

   NaCl 2M : ΔTf = m . Kf
                        7 = 2 . Kf
                      Kf = 3,5

2. Hitung Kf rata-rata percobaan : 
    Total Kf Aquades + Urea 1M + Urea 2M + NaCl 1M + NaCl 2M / 5
     0 + 8 + 4,5 + 7 + 3,5 / 5 = 23 / 5 = 4,6

3. Hitung % Kesalahan mutlak : 
    % Kesalahan = (Kf teori - Kf percobaan) / (Kf teori) x 100 %
                            = 1,86 - 4,6 / 1,86 x 100%
                            = -2,74 / 1,86 x 100 % = -1,47 x 100 % = -147 %

Kesimpulan :
Faktor yang mempengaruhi penurunan titik beku antara lain adalah konsentrasi larutan dan sifat kelarutannya, yaitu elektrolit atau non elektrolit.

Gambar saat praktik berlangsung :












 

Jumat, 19 Juli 2013

TUGAS KIMIA, Sifat Koligatif Larutan XII IPA


Gambaran umum sifat koligatif
Sifat  koligatif  larutan  adalah  sifat  larutan  yang  tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut).
Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut maka akan didapat suatu larutan yang mengalami:
  1. Penurunan tekanan uap jenuh
  2. Kenaikan titik didih
  3. Penurunan titik beku
  4. Tekanan osmosis
Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan itu sendiri. Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit, walaupun konsentrasi keduanya sama. Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. Dengan demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit.
Penurunan Tekanan Uap Jenuh
Pada  setiap  suhu,  zat  cair  selalu  mempunyai  tekanan tertentu. Tekanan ini adalah tekanan uap jenuhnya pada suhu tertentu. Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut, sehingga kecepatan penguapan berkurang.

Rabu, 17 Juli 2013

PRAKTIK KIMIA KELAS 2 SMA




Membuat larutan didasarkan pada zat asal daripada zat

a. Buatlah larutan NaOH sebanyak 500 ml (zat padat)

I. Tujuan Praktikum
   Setelah melakukan percobaan ini, siswa mampu :
     1. Membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dari zat asal daripada zat.
     2. Membuat larutan dengan cara yang tepat dan benar.
     3. Menggunakan peralatan dengan tepat dan benar.
     4. Dapat menghitung massa zat padat tersebut dengan tepat dan benar.

II. Teori Dasar
    Unsur merupakan zat-zat yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih 
    sederhana oleh reaksi kimia biasa. 

    Pembuatan larutan dengan berbagai konsentrasi dan pengenceran. Larutan adalah 
    campuran serba sama antara komponen zat terlarut dan komponen pelarut. 

    Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan suatu zat antara lain adalah tekanan
    dan suhu.

   
Larutan dapat dibuat dari zat asalnya, yaitu :
      A. Padatan 
          Jumlah zat terlarut (solut) yang dibutuhkan = M x V x BM
                M = Molaritas larutan, mol/liter
                V = Volume larutan, liter
              BM = Berat molekul zat, gr/mol

TUGAS KIMIA, Konsentrasi larutan XII IPA



A.   Konsentrasi larutan

Kata Kunci : Fraksi mol, Konsentrasi Larutan, Molaritas, Molalitas, Normalitas, Persen Berat

Konsentrasi merupakan cara untuk menyatakan hubungan kuantatif antara zat terlarut dan pelarut. 

Konsentrasi larutan ada beberapa macam, diantaranya :
1. Fraksi Mol
    Fraksi mol adalah perbandingan antara jumlah mol suatu komponen dengan jumlah
    total seluruh komponen dalam satu larutan. Fraksi mol total selalu satu. Konsentrasi
    dalam bentuk ini tidak mempunyai satuan karena merupakan perbandingan.
    Fraksi mol dilambangkan dengan X.
    
    Contoh : 
    Suatu larutan terdiri dari 3 mol zat terlarut A dan 5 mol zat terlarut B, maka :
    XA = nA / (nA + nB) = 3 / (3+5) = 3 / 8 = 0,375
    XB = nB / (nA + nB) = 5 / (3+5) = 5 / 8 = 0,625
    * XA + XB = 0,375 + 0,625 = 1

2. Molaritas (M)
    Molaritas adalah jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan.
    RUMUS : M = Mol zat terlarut : liter larutan

    Contoh :
    Berapakah molaritas 100 gram NaOH (Mr = 40) dalam 250 ml larutan ?
    JAWAB :
    M = (100/40) mol : 0,25 L = 2,5 : 0,25 = 10 M

3. Molalitas (m)
    Molalitas adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1000 gram pelarut.
    RUMUS :  m = mol terlarut x 1000 : Gram Pelarut